MAKKAH, INSANCHANNEL.COM – Cuaca panas yang melanda Makkah dengan suhu diatas 43° celcius tidak menyurutkan semangat jamaah haji untuk melaksanakan aktifitas ibadah di Masjidil Haram. Dan untuk menghindari terjadinya dehidrasi atau dampak lain dari cuaca panas ini, pihak petugas kesehatan haji melakukan berbagai terobosan dalam memberikan edukasi kepada jamaahnya termasuk melakukan gerakan minum bersama.

“Suhu sangat panas di Makkah berkisar 40 sd 43° celcius maka kita sangat mudah dehidrasi. Untuk itu kita harus sering minum meski tidak haus,” ungkap Dr. Mukhlis Djauhar, salah seorang Jamaah Kloter 01 LOP (NTB) ketika dihubungi insanchannel.com melalui telpon celulernya, Rabu (29/6/2022) di Makkah.
Dengan kondisi cuaca seperti itu lanjutnya, petugas haji selalu ingatkan jamaah agar tidak memforsir tenaga mengejar fadilah ibadah sebelum haji. Disarankan katanya, shalat dzuhur dan asar cukup di hotel karena di Masjidil Haram panas dan crowded. Untuk makan minum tambahnya, sangat terjamin 3x sehari dengan menu sehat, demikian juga pemondokan sangat dekat yakni di kawasan Mahbasjin dengan shuttlebus yang beroperasi 24 jam non stop. “Alhamdulillah… Syukur alhamdulillah,” ungkap dosen tetap UIN Mataram ini.
Salah seorang putra TGH. Idris Djauhar Bima ini mengakui, aktifitas saat ini ia lakoni selain shalat juga mengaji dengan mengejar target khataman Al-Qur’an di tanah Haram yang selebihnya istirahat persiapan untuk haji, dan sedikit jalan-jalan serta belanja oleh-oleh seadanya. Ia juga mengakui layanan untuk jamaah haji sangat memuaskan. “Layanan menurut saya sangat memuaskan dan nyaman. Tinggal jamaahnya saja yang perlu belajar beradaptasi,” jujurnya pria kelahiran Bima yang berangkat haji bersama istrinya ini.

Sementara itu salah seorang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), dr. Nurhasanah HM. Zain Insan secara terpisah di Makkah mengakui, adanya edukasi terkait gerakan minum bersama. “Ini edukasi untuk membiasakan minum dengan slogan; Tidak Tunggu Haus,” ujarnya. Dokter Nurhasanah juga menjelaskan tentang klasifikasi kesehatan jamaah yang saat ini jika dilihat dari umur dan penyakit bawaan cukup banyak yang risti (resiko tinggi). “Kami berusaha untuk tetap memantau dengan mengecek tekanan darah, cek gula darah bagi yang kencing manis dan yang kesulitan berjalan sudah kami antisipasi dengan menganjurkan untuk membawa kursi roda,” papar dokter yang bertugas di RSUD Dompu ini.
Nurhasanah juga mengakui, tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan tuagsnya melayani para jamaah. “Sebisa mungkin kami petugas berusaha untuk respon cepat bila ada yang menghubungi kami untuk datang periksa ke kamar jama’ah,” paparnya seraya menambahkan, pihaknya secara intensif terus mengunjungi kamar-kamar jema’ah untuk memeriksa tekanan darah dan menanyakan apakah ada keluhan atau tidak yang berkaitan dengan kesehatannya.
Ketika ditanya bagaimana kondisi jamaah jelang pelaksanaan puncak haji atau wukuf di Arafah saat ini?. “Alhamdulillah mereka tetap bersemangat untuk sholat di Masjdiil Haram dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, hanya beberapa yang mengeluhkan batuk, pilek, panas, karena mungkin pengaruh kondisi lingkungan,” jujurnya dokter yang bertugas di kloter 03 LOP yang merupakan gabungan jamaah asal Dompu, Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara ini.

Nurhasanah juga tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan bersyukur bisa melihat Ka’bah secara langsung saat bertugas sebagai Tim Kesehatan Haji Indonesia. “Dan kami berusaha mementingkan bagaimana melayani jama’ah semampu kami,” tuturnya sembari mengatakan, hari pertama tiba di Mekkah langsung dapat kesempatan untuk melakukan umrah wajib. Kendati dirinya sering diajak untuk umrah sunnah oleh jama’ah haji dan berziarah ke tempat bersejarah. “Tapi saya tidak ikut, tidak selalu pergi sholat ke Masjidil Haram karena stand by di hotel untuk jaga-jaga ada jama’ah yang membutuhkan penanganan cepat di hotel,” jujurnya.
Ia juga berharap agar semua jama’ah selalu sehat, dan terkontrol serta dimudahkan dalam beribadah terutama waktu ARMUZNA (Arafah Muzdalifah dan Mina) dan pulang kembali ke tanah air tanpa kurang suatu apapun. “Dan khusus untuk jama’ah kami yang tertinggal semoga dengan niatnya untuk menunaikan ibadah haji tetap mendapatkan balasan pahala yang terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan mendapatkan ampunan, serta semoga diberikan kesempatan tahun depan dengan keadaan yang lebih baik,” harapnya. (nas)











