MAKKAH, INSANCHANNEL.COM – Penyelenggaraan haji mulai tahun 1447 H/2026 M ini tidak lagi dibawah tanggung jawab Kementerian Agama Republik Indonesia tetapi kini oleh kementerian tersendiri bernama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Salah satu terobosan telah ditempuh kementerian ini dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah adalah menjadikan perempuan sebagai ketua kloter.
Rohana, SE adalah salah seorang pimpinan kloter yakni Ketua Kloter 10 LOP Kota Mataram. Srikandi asal Dompu yang sehari-hari sebagai Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kabupaten Dompu ini sempat dihubungi insanchannel.com, Kamis (14/5/2026) melalui telponnya.

Berikut bincang bincang Insanchannel.com (ic) dengan Rohana, SE, (rh) Ketua Kloter 10 LOP Kota Mataram Nusa Tenggara Barat.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah menempatkan perempuan sebagai ketua kloter, apa kesan yang dapat disampaikan sebagai petugas kloter tahun ini? (ic)
Kebijakan pemerintah tahun ini menunjukan komitmen terhadap kesetaraan kesempatan, peningkatan kualitas pelayanan jamaah haji. Kehadiran perempuan bukan saja membantu secara tekhnis, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan kedekatan emosional bagi jamaah perempuan, lansia laki laki yang berkebutuhan khusus dan lansia. (rh)
Bagaimana komunikasinya dengan jamaah sementara ketua kloternya bukan berasal dari daerah jamaah yang menjadi tanggung jawabnya? (ic)
Alhamdulillah komunikasi tetap berjalan baik dan efektif, karena kami utamakan pelayanan, berusaha hadir mendengar kebutuhan dan keluhannya secara kekeluargaan. Perbedaan asal daerah tidak menjadi hambatan justru mempererat ukhuwwah jamaah. (rh)

Lalu Jelang puncak haji saat ini, apa yang sedang dipersiapkan untuk jemaah?(ic)
Kolaborasi antar petugas untuk fokus penguatan manasik dan pemahaman tekhnis pelaksanaan ibadah ARMUZNA dan memastikan fisik dan kesehatan jamaah, dan selalu koordinasi karom (Ketua rombongan ) karu (ketua regu) tentang identitas jamaah dan pihak konsumsi sektor. (rh)
Apakah ada kendala yang berarti terkait pelaksanaan tugasnya di kloter? (ic)
Secara umum pelaksanaan tugas berjalan baik, namun tentu ada beberapa tantangan, menjaga kondisi kesehatan jamaah, memastikan informasi dapat diterima dengan jelas oleh jamaah, namun dapat diatasi melalui kerjasama team petugas kloter, karom, karu dan dukungan jamaah. (rh)
Apa harapannya?(ic)
Perempuan memiliki kemampuan ketelitian dan empati yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan haji, semoga ke depan semakin banyak perempuan diberi kesempatan untuk mengabdi menjadi bagian dari suksesnya penyelenggaraan ibadah haji oleh Kementerian Haji dan Umrah. (rh).
Aamiin ya rabbal alamiin. Semoga menjadi haji yang mabrur dan mabrurah. (ic01)










