DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Ketua Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Kab. Dompu, Drs. H. Gaziamansuri, M.Ap mengungkapkan, deklarasi 3 pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) berhasil digelar namun menyamakan persepsi dengan semua stakeholder agar sama mengambil langkah atau tindakan untuk merubah kebiasaan masyarakat sangat sulit dan kompleks.

“Itu tantangan. Dan solusinya adalah meningkatkan koordinasi dengan semua stakeholder berupa sosialisasi di semua level baik RT, dusun atau lingkungan, desa atau kelurahan, dan kecamatan dilakukan secara periodik dan berkala,” ungkap Drs. H. Gaziamansuri, M.Ap, Ketua Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) kab. Dompu kepada insanchannel.com, Kamis (22/9/2022).
Untuk itu jelas Gaziamansuri, strategi merubah prilaku dengan merumuskan program yang mudah dilaksanakan dengan biaya yang memadai, sosialisasi via semua instrument baik melalui ceramah, sekolah atau kurikulum muatan lokal, ormas, organisasi extra dan intra sekolah serta adanya dukungan anggaran APBD. “Juga menggalakkan jumat bersih secara rutin, melatih kader kesehatan lingkungan dan melakukan evaluasi implementasinya,” katanya.
Menanggapi pertanyaan seputar pencanangan tahun 2023 untuk gerakan “santabe” dan Dompu Berjasa, Gaziamansuri mengatakan, gerakan “Santabe” sudah ada juknisnya. “Sedangkan Dompu berjasa sedang disusun blue printnya,” jujur Kepala Bappeda dan Litbang Kab. Dompu ini seraya menambahkan, tingkatkan koordinasi di semua OPD terkait dan pembagian tugas yang teratur dan menggalakkan jumat bersih.

Apakah cukup dengan relawan sehingga itu bisa menggugah? Gaziamansuri mengatakan, tidak cukup dengan relawan dan mahasiswa. “Relawan itu hanya simbol generasi muda, pelajar dan mahasiswa pada perkembangannya semua lapisan masyarakat utamanya generasi muda dan pelajar akan dilibatkan,” paparnya.
Untuk itu ia berharap agar semua OPD di kecamatan baik desa atau kelurahan bersatu padu meningkatkan koordinasi untuk mengajak semua komponen agar ikut terlibat aktif menangani persoalan sampah dan limbah air masyarakat. “Pemerintah dapat menyediakan semua sarana dan prasarana yang memadai. Lembaga-lembaga pendidikan sedini mungkin untuk implementasikan pola hidup bersih dan sehat pada anak didik seperti kebiasaan membuang sampah pada tempatnya,” paparnya.
Gaziamansuri mengakui, jika dilihat dari data, maka capaian yang paling tinggi penuntasan 3 pilar STBM adalah pada pemerintahan AKJ-Syah yaitu tahun 2022 dengan mendeklarasikan 3 pilar pada 21 desa dan kelurahan, 6 Kecamatan dan deklarasi Kabupaten.Tahun 2018 = 20 desa/kel, Tahun 2019 = 25 desa/kel dan 1 kec, Tahun 2020 = 8 desa/kel dan 1 kec, Tahun 2021 = 7 desa dan Tahun 2022 = 21 desa/kel dan 6 kec. (nas)











