DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Huu menandatangani MoU dengan Bank Sampah Cempi Jaya kecamatan Huu dalam pengelolaan sampah. Kerjasama ini semakin memantapkan sekolah ini sebagai sekolah Adiwiyata atau sekolah peduli lingkungan.

“Kami sangat bersyukur atas kerjasama ini, karena apa yang kami butuhkan selama ini terjawab melalui kerjasama ini,” kata Muhammad Said, S.Pd, Kepala SDN 12 Huu kepada wartawan di Huu, Kamis (27/1) lalu.
Kepala SDN 12 Huu ini lebih lanjut, S.Pd mengaku, sudah beberapa kali mengajukan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu untuk ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata. Tapi selama ini belum diakomodir karena dokumen pendukung atas usulan itu banyak yang belum dipenuhi. “Secara syarat, memang kita sudah terpenuhi, tapi syarat itu harus dibuktikan dengan dokumen pendukung. Itu yang belum kita penuhi sebelumnya,” ungkapnya lagi.
Adanya MoU antara SDN 12 Huu dengan bank sampah Cempi Jaya, maka akan semakin mempercepat penetapan SDN 12 Huu sebagai sekolah Adiwiyata. Karena ruang lingkup dari kerjasama ini dititik beratkan pada pengembangan SDM pendidik dan peserta didik dalam bidang pengelolaan dan daur ulang sampah Organik dan Anorganik.
Menabung sampah dari rumah ke sekolah melalui program bank sampah dalam bentuk pemberian pendidikan dan pelatihan, serta penerapan di lingkungan sekolah. Baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang dibimbing oleh tenaga pendidik dan petugas bank sampah.
Sebelum MoU itu ditandatangani, bank sampah Cempi Jaya dengan mitranya Bank Sampah Induk (BSI) Huu Raya, Bintang Sejahtera (PT. Eco Green Nusantara), dan perwakilan PT Sumbawa Timur Mining (STM) mengedukasi dewan guru dan siswa dalam pengelolaan sampah hingga membuat kerajinan kursi sofa dari botol bekas, sehingga bernilai ekonomis tinggi.
Botol bekas sebelum dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan kursi sofa, anak – anak didorong menjadikan botol bekas sebagai bak sampah untuk sampah plastik dan sampah kering. Ketika botolnya penuh dipadati sampah kering, akan semakin memperkokoh kursi sofa yang dibuat dari botol bekas. Pola ini dinilai dapat menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya.
“Kita tidak menyuruh anak-anak untuk memulung, tapi kita minta mereka untuk menjaga lingkungan sekitarnya dari sampah. Kita kelola, sehingga bernilai ekonomis,” kata direktur bank sampah Cempi Jaya, Ahmadin. (vin)










