DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Pengawasan pemilu partisipatif merupakan bagian dari manifestasi kedaulatan rakyat dan penguatan partisipasi politik masarakat. Pada setiap tahapan pemilu yang sedang berjalan ada ruang partisipasi politik masyarakat, kepedulian masyarakat agar proses pemilu berjalan secara jurdil, sehingga terlahir pemimpin yang memiliki legitimasi kuat.

“Pengawasan partisipatif merupakan wadah kolaborasi Bawaslu dengan masyarakat dalam meningkatkan fungsi pencegahan dan pengawasan pemilu,” Ir. Rusdyanto, Mantan Ketua KPU Dompu pada Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partitsipatif yang digagas Bawaslu Kab. Dompu, Rabu (12/10/2022) di Café Laberka Dompu.
Ketentuan partisipasi masyarakat kata Rusdyanto, tidak melakukan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan Peserta Pemilu, tidak mengganggu proses penyelenggaraan tahapan Pemilu, bertujuan meningkatkan partisipasi politik masyarakat secara luas; dan mendorong terwujudnya suasana yang kondusif bagi Penyelenggaraan Pemilu yang aman, damai, tertib, dan lancar.
Masyarakat adat lanjutnya, memiliki peran strategis dan berpengaruh, mendorong komunitas masyarakat adat untuk secara aktif melakukan pengawasan pemilu, pencegahan terhadap pelanggaran, mengawasi atau memantau proses pemilihan, dan memberi informasi awal kepada jajaran pengawas pemilu dan melaporkan pelanggaran kepada pengawas pemilu. “Keterlibatan masyarakat adat sebagai pengwas pemilu akan memperkuat jaringan pengawasan pemilu,” paparnya.
Untuk itu saran mantan Komisioner KPU ini, Bawaslu Dompu perlu menginventarisir dan identifikasi kelompok-kelompok masyarakat adat sehingga memudahkan dalam hal pelibatannya dalam pengawasan pemilu partisipatif. “Bawaslu perlu menyiapkan aturan teknis yg simpel, mudah dipahami dan menyampakannya pada komunitas pengawas pemilu partisipatif berbasis kearifan lokal di lapangan,” paparnya.
Rusdi juga mengungkapkan, tentang tujuan dari pengawasan Pemilu yakni untuk memastikan pemilu berjalan Langsung Umum Bebas dan Rahasia (Luber) sehingga hasilnya dapat diterima oleh semua pihak baik peserta pemilu maupun masyarakat secara luas. Ia juga memaparkan tertang problem pengawasan pemilu antara lain, keterbatasan sdm pengawasan pemilu, keterlibatan masyarakat masih minim, masih terbatasnya masyarakat yg mau menyampaikan laporan pelanggaran pemilu. “Belum teroganisirnya komunitas masyarakat tertentu sebagai bagian dari pengawas pemilu partisiptif,” jujurnya.
Ketua Bawaslu Dompu, Drs. Irwan mengatakan, sosialisasi ini dalam rangka untuk duduk bersama dan berdiskusi bersama dalam rangka untuk berpatisipasi dalam penyelenggaraan pemilu. “Karena Bawaslu masih banyak PR yang dilakukan dan tidak bisa sendiri. Tanpa ada keterlibatan bapak ibu sekalian tidak akan ada pemilu sukses yang kita dambakan,” paparnya seraya menambahkan, kegiatan ini merupakan ajang silaturrahmi agar Bawaslu dan masyarakat ini tetap terjalin kemitraan dan sinerginya tetap baik.
Pada acara yang dihadiri Kordif Pencegahan Bawaslu, Wahyuddin, S.Pd dan Koordinator Sekretariat Bawaslu, Awaluddin lebih lanjut ia berharap, mudah-mudahan apa yang dilaksnaakan ini membawa dampak baik di masyarakat supaya masyarakat tahu, apasih pemilu itu. Ia juga mengatakan, tagline Bawaslu Bersama rakyat awasi Pemilu, bersama Bersama Bawaslu tegakkan Keadilan. “Apa yang kita bicara sekarang bisa kita wujudkan seperti motto Dompu yang Nggahi Rawi Pahu dan jangan sampai moto itu diplesetkan menjadi Nggahi Wari Pahu.Tapi tidak seperti itu,” tandasnya. (nas)











