DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu menggelar pelatihan terkait gerakan tani pro organik bagi kelompok tani dan kelompok wanita tani di bidang hortikultura. Pelatihan yang diikuti puluhan perwakilan kelompok tani se Kecamatan Woja ini dilangsungkan selama 2 hari di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Woja, Kamis – Jumat (9 – 10/11/2023).
Pelatihan bagi kelompok tani hortikultura ini dilaksanakan oleh Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) Provinsi NTB bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu melalui bidang (Prasarana, Sarana Pertanian dan Penyuluhan (PSPP). Hadir sebagai pemateri H. Ruslan, Adi Triyana Mihardja, M Zaelani, dan Rini Kusumawati dari Bapeltanbun NTB.

H Ruslan menyampaikan tentang pengantar Genta Organik. Adi Triyana Mihardja soal Pupuk Organik Padat (Kompos Jerami). M Zaelani soal Pembuatan Pestisida Nabati, dan Rini Kusumawati terkait Biochar dan Pupuk Organik Cair.
Koordinator BPP Kecamatan Woja, Erma mengungkapkan, bintek ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang penyuburan tanah untuk meningkatkan produksi pertanian saat harga pupuk mahal. Petani juga dapat melakukan sistem pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Petani juga dapat menekan biaya produksi dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia,” katanya.
Kementerian Pertanian, lanjut Erma, tengah mendorong petani menggunakan pupuk organik melalui gerakan tani pro organik (Genta Organik) untuk meningkatkan produksi dan menjaga keseimbangan alam. Sehingga dapat menyediakan pangan bagi warga. Apalagi di tengah resesi ekonomi global akibat peperangan yang masih terjadi.
Erma pun menyampaikan apresiasi atas kegiatan pelatihan ini. Penggunaan pupuk organik dapat memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanah, sehingga dapat menjaga keseimbangan alam dari praktik pertanian ramah lingkungan. “Tentu produk pertanian yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi,” katanya. (02ic/*)











