DOMPU, INSANCHANNEL .COM – Pro kontra keberadaan PT Sumbawa Timur Mining (STM) yang sedang melakukan kegiatan eksplorasi tambang mineral dan panas bumi di wilayah kecamatan Huu sebagai dinamika biasa. Keberadaan PT STM di Huu, justru sudah banyak merubah daerah setempat menjadi lebih baik.

“Hal yang biasa ada dinamika persoalan di lapangan. Ada yang tolak, ada yang terima, itu hal yang biasa. Yang namanya kita hidup di dunia ini, pasti ada pro dan kontra,” kata Mujahidin, Kepala Desa Huu di hadapan Asisten bidang pemerintahan dan Kesra Setda Dompu, H Burhan, SH yang mewakili Bupati Dompu dan Direktur Tekni Geologi PT STM, Petu Mawajaya yang mewakili Presiden Direktur PT STM pada acara peresmian masjid Al Abrar Dusun Nanga Doro Desa Huu, Jum’at (24/12),
Sebelumnya, muncul pro kontra di media sosial terkait keberadaan PT STM di Dompu. Mulai dari mempertanyakan kapan masa produksi tambang yang memiliki potensi jauh di atas tambang batu hijau Kabupaten Sumbawa Barat oleh PT AMAN dan kontribusinya bagi daerah.
Sebelum STM hadir di Huu kata Mujahidin, daerah selatan Kabupaten Dompu terkesan sebagai daerah yang tidak mendapat perhatian dalam proses pembangunan. Bahkan sebagai daerah tertinggal karena banyak wilayahnya yang tidak terjangkau jaringan telekomunikasi dan akses jalan yang buruk. “Dengan kehadiran PT raksasa di Kabupaten Dompu ini, memberi kontribusi besar terhadap kampung kami,” tegas Mujahidin.
Berbagai program pembangunan dan pemberdayaan dilakukan PT STM serta dukungan pemerintah pusat. Dari PT STM sendiri, ada banyak kontribusi diberikan dalam pemberdayaan bidang kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Belum lagi peluang usaha dibuka dan lapangan kerja diberikan. “PT STM tetap selalu membantu kami di Desa Huu. Pertama soal tenaga kerja, hampir 30 persen warga Huu terlibat sebagai pekerja di STM dan mitranya,” katanya.
Masjid Al Abrar Dusun Nanga Doro Desa Huu juga menjadi salah satu bentuk kontribusi PT STM bagi masyarakat lingkar tambang. Masjid yang didirikan tahun 1981 dengan tiang kayu dan direhab dengan semi permanen 3 tahun setelah berdirinya itu, pada 18 Agustus 2021 dibongkar total dan dibangun kembali PT STM dengan konstruksi beton.
Tidak hanya bangunannya yang kokoh, masjid Nanga Doro kini dilengkapi tempat wudhu, WC, baik air serta towernya. Semua itu dibangun PT STM dalam program community development, kendati perusahaan masih tahap eksplorasi atau penelitian. “Ini bukan pertama kali pihak perusahaan memberikan dan berkontribusi terhadap Desa kami,” kata Mujadihin.
Menjadi pekerjaan rumah (PR) baginya sebagai kepala Desa, kedepan Desa Huu harus bisa menjadi Desa yang jauh lebih maju dan modern, sehingga bisa bersaing dalam kemajuan dengan Desa lain. Itu semua diyakini bisa terwujud dengan kehadiran PT STM. “Kehadiran PT STM akan memberi kontribusi yang besar terhadap Kabupaten Dompu khusus Desa Huu. Di situ otomatis ada peningkatan PAD, pembelanjaan daerah nanti otomatis akan meningkatan dan berkelanjutan,” terangnya. (vin)









