DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Program Jamban Keluarga yang dijalankan PT Sumbawa Timur Mining (STM) melalui Program Partisipasi Desa (PPD) terus memberikan manfaat bagi masyarakat di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Sejak dilaksanakan pada 2017 hingga 2025, program tersebut telah membangun 618 unit jamban yang menjangkau 2.472 penerima manfaat dengan nilai program sekitar Rp4,3 miliar.
Salah seorang penerima manfaat adalah Juhra, warga Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u. Selama bertahun-tahun, perempuan yang menjadi kepala keluarga itu bersama anak-anaknya terpaksa menggunakan Sungai Daha sebagai tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK) karena tidak memiliki jamban sendiri.
“Saya sangat senang. Setelah sekian lama harus menumpang ke rumah tetangga atau pergi ke sungai untuk buang air, sekarang akhirnya punya jamban sendiri,” ujar Juhra.

Sebelum memiliki jamban, Juhra bahkan harus menggendong ayahnya yang sudah tidak mampu berjalan menuju sungai setiap kali hendak buang air besar. Selain harus melewati jalan yang terjal dan licin, perjalanan pada malam hari juga diwarnai kekhawatiran terhadap kondisi gelap dan gangguan ular.
Keterbatasan ekonomi membuat Juhra tidak mampu membangun fasilitas sanitasi secara mandiri. Penghasilannya sebagai buruh tani, pemetik tembakau, pengasuh anak, hingga asisten rumah tangga lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anaknya.
Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Dompu Tahun 2024, sebanyak 1.443 kepala keluarga atau sekitar 29,9 persen dari total kepala keluarga di Kecamatan Hu’u masih belum memiliki akses sanitasi layak. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan akibat praktik buang air besar sembarangan.

Community Relations Manager STM, Ulya Defretes, mengatakan Program Jamban Keluarga merupakan bagian dari Program Partisipasi Desa yang disusun melalui musyawarah desa secara partisipatif.
“Hingga 2025 kami telah membangun 618 unit jamban yang menjangkau 2.472 penerima manfaat. Program ini bertujuan mendukung upaya pemerintah mewujudkan Zero BABS di Kecamatan Hu’u,” ujarnya.
Menurut Ulya, sasaran program ini adalah keluarga rentan, seperti lansia, perempuan kepala keluarga, keluarga yatim, dan keluarga prasejahtera.
“Kami percaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dimulai dari kesehatan yang baik. Program Jamban Keluarga merupakan salah satu bentuk komitmen STM dalam mendukung kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Selain bidang kesehatan, STM juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, ekonomi, infrastruktur, sosial, dan budaya sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan masyarakat di sekitar Proyek Hu’u.
Bagi keluarga Juhra, keberadaan jamban telah membawa perubahan besar. Putranya, Ardiansyah, mengaku keluarganya kini tidak lagi harus turun ke sungai setiap hari untuk memenuhi kebutuhan MCK.
“Sekarang kami merasa lebih aman dan nyaman. Tidak perlu lagi takut gelap, jalan licin, ataupun gangguan ular ketika hendak buang air,” ujarnya. (ic02)











