DOMPU, INSANCHANNEL.COM – PT Sumbawa Timur Mining (STM) kembali menegaskan kegiatan di lokasi ijin kontrak karya (KK) mineral dan bahan ikutannya di Huu pada tahap pra fisibility study (FS) atau pra study kelayakan yang menjadi bagian dari tahap eksplorasi atau penelitian. Untuk menuju tahap produksi, perusahaan masih membutuhkan waktu yang cukup untuk memasuki tahap study kelayakan, konstruksi hingga produksi.
Humas PT STM, Agus Hermawan dalam pertemuan dengan wartawan Dompu di Four F Cafe Dompu, Kamis (24/3/2022) mengungkapkan, ada yang keliru memahami aktifitas perusahaan di Huu. Saat ini perusahaan di Huu masih dalam tahap eksplorasi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dan belum menghasilkan (produksi). Hingga pertengahan 2024, perusahaan masih akan terus melakukan pengeboran untuk meneliti secara geoteknical, hidrologi dan hidotermal.

Pengumuman perkiraan total kandungan mineral di wilayah Huu tahun 2019 lalu masih kategori tereka, dan terunjuk. Setelah terunjuk, terukur, dan cadangan. Ketika ditetapkan cadangan, baru dilakukan tahapan produksi. “Kalau sekarang masih jauh ke situ dan belum terpetakan dalam peta cadangan mineral Indonesia. Huu belum masuk, karena tingkat keyakinannya masih rendah,” ungkap Agus Hermawan.
Setiap pertambangan, memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Tambang Huu yang berdampingan dengan panas bumi (geothermal), memiliki tingkat kesulitan tersendiri dan akan membutuhkan teknologi yang berbeda. Kesulitan ini menyebabkan aktifitas eksplorasi membutuhkan waktu yang berbeda-beda. “Mobil yang mengangkut alat berat itu untuk membuka akses jalan eksplorasi untuk mengangkut material bor. Selama ini, kita menggunakan helikopter untuk angkut material dan itu kapasitasnya terbatas,” terangnya.
Agus pun berharap, pertemuan dengan wartawan diharapkan dapat saling memberi informasi dan diberitakan dengan bahasa yang mudah dimengerti pembaca. Tidak semua informasi dapat dibuka kepada semua orang, karena bisa dipersalahkan oleh aturan. Tapi dipastikan, perkembangan perusahaan tetap dilaporkan kepada pemerintah melalui Dirjen Minerba Kementerian ESDM RI.

“Melalui teman-teman media secara reguler ketemu, supaya berita yang disajikan kepada masyarakat bisa lebih dimengerti oleh masyarakat. Karena media memiliki pembaca sendiri dan memiliki gaya bahasa yang lebih mudah dimengerti oleh masyarakat,” kata Agus. (vin)










