DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Kontribusi PT. STM (Sumbawa Timur Mining) di daerah ini di bumi Nggahi Rawi Pahu, selain menciptakan lapangan kerja juga penciptaan lapangan bisnis untuk perusahaan lokal. Kontrak yang dikeluarkan selama 2021 sampai bulan Nopember itu ada sekitar 165 kontrak untuk perusahaan lokal sendiri.

“Nilainya sampai dengan Nopember mencapai Rp. 21 milyar untuk perusahaan lokal atau kurang lebih 4 persen dari yang kita keluarkan,” Agus Hermawan, Principal Communications Analyst PT STM saat briefing dengan wartawan di Four F Café Dompu, Jum’at (17/12)
Selain kontrak lanjutnya, PT. STM juga melakukan pembelanjaan proyek Huu berupa pembelian barang dan sebagainya, dari kontrak yang aktif sampai sekarang untuk perusahaan lokal itu STM sudah keluarkan dana sekitar Rp. 40, 7 milyar untuk belanja di lokal. Hal ini katanya, secara tidak langsung merupakan stimulus atau penggerak ekonomi di Huu dan Dompu karena pendapatan dari kontraktor ini berupa kontribusi pajak ppn, pph, belanja gaji pegawai.
Agus Hermawan juga menyebutkan, selain oprasional STM juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat dengan fokusnya tiga program berupa kemitraan strategis, partisipasi desa dan sponsorshif. “Kalau kemitraan stategis ini biasanya kita menggandeng konsultan atau lembaga dari luar Dompu untuk menjalankan program bersama masyarakat,” paparnya.
Sedangkan partisipasi desa jelasnya, dengan melibatkan pemerintahan desa untuk membuat program yang setiap tahun STM menyediakan dana Rp.150 juta per desa yang tidak diberikan dalam bentuk cash tapi pembiayaan terhadap program yang mereka susun. Desa menyediakan program kemudian diajukan ke STM yang nilainya RP. 150 juta yang diberikan berupa bantuan terhadap pelaksanaan program itu. “Kalau program sponsorship itu sudah biasa kita juga mendukung kegiatan yang sifatnya sponsor, kita tidak terlibat didalamnya tetapi kita memberikan dukungan,” jelasnya.
Diakui Agus, dari awal STM melaksanakan program pemberdayaan masyarakat ini memang kita masih fokus di delapan desa di kecamatan Huu. “Karena kita masih terbatas dari segi kemampuan baik itu dana maupun pelaksana dari program pemberdayaan masyarakat itu,” tuturnya seraya menambahkan, jadi STM masih fokus di wilayah lingkar tambang di ring satunya dulu yang kurang lebih penerima manfaatnya sekitar 2000 orang dengan dana yang sudah dikeluarkan dari tahun 2012 sampai 2021 ini kurang lebih Rp. 25 milyar.
Di depan insan pers yang bertugas di bumi Nggahi Rawi Pahu ini juga Agus Hermawan mengatakan, PT STM juga kini sedang membangun jalan baru akses eksplorasi yang dimulai dari dusun Nangadoro. Jalan ini bukan merupakan jalan tambang tapi ini tapi untuk akses eksplorasi yang selama ini peralatan dibawa melalui helikopter dan itu ada keterbatasan karena loudnya tidak bisa besar. Tapi melalui jalan itu tambahnya, STM bisa bawa alat pengeboran yang lebih besar yang menghubungkan lokasi-lokasi pengeboran yang sudah ada saat ini.
Selain itu tambahnya lagi, ada jalan eksplorasi untuk biotermal yang dimulai dari staging PT STM bukan di Nangadoro. Ini tidak panjang jalannya tapi ini untuk membawa alat-alat biotermal. Sementara jumlah tenaga kerja yang bekerja di proyek ini. Per bulan nop. 60% pekerja local (Huu Dompu/Bima), dan non lokal di luar dari Dompu 40 %. Jadi totalnya 852 tenaga kerja. Jadi kalau dilihat perkembangannya beroprasi kembali setelah pandemic di Juni cukup signifikan langsung naik. “Dari kontraktor lokal itu sekitar 513 tenaga kerja sisanya 300-an berasal dari luar Dompu,” akuinya. (nas)











