DOMPU, INSANCHANNEL.COM – PT Sumbawa Timur Mining (STM) menggelar kegiatan sosialisasi desa pada 8 desa se Kecamatan Hu’u. Kegiatan untuk menginformasikan perkembangan perusahaan ini, juga dilakukan kepada anggota Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Hu’u.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sejak Selasa, 14 Mei 2024 ini, STM didampingi kontraktor mitra bisnisnya. Tidak hanya mengupdate perkembangan usaha STM di Proyek Hu’u, tapi juga menjadi wadah menginformasikan perkembangan aktivitas kontraktor. Mulai dari kegiatannya, jumlah karyawan hingga realisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) kontraktor bagi masyarakat di sekitar area aktivitasnya.

Sosialisasi desa ini diawali dari Desa Hu’u, Marada, Daha, dan Desa Rasabou pada hari Selasa, 14 Mei 2024. Kemudian dilanjutkan di Desa Sawe, Cempi Jaya, dan Desa Jala pada hari Rabu, 15 Mei 2024. Terakhir pada hari Kamis, 16 Mei 2024 kemarin dilaksanakan di Desa Adu, kantor Camat Hu’u, dan Polsek Hu’u. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa dan perangkatnya, serta anggota Muspika Kecamatan Hu’u karena sebagai bentuk keterbukaan informasi oleh perusahaan.
Mahdon dari Community Relation (Comrel) STM dalam kunjungan sosialisasinya di 8 desa se Kecamatan Hu’u dan di kantor Camat Hu’u serta Polsek Hu’u menyampaikan perkembangan aktivitas perusahaan. Dimana saat ini perusahaan sedang dalam tahap peralihan dari pra studi kelayakan menuju studi kelayakan. Sehingga beberapa aktivitas dibatasi, termasuk penghentian sementara registrasi perusahaan untuk menjadi calon mitra bisnis STM.

Namun kegiatan pemberdayaan masyarakat akan tetap dilaksanakan. Bahkan dalam waktu dekat, kegiatan lomba kampung sehat yang dijalankan tahun 2023 lalu akan kembali dilaksanakan di tahun 2024 ini. Lomba kampung sehat ini akan diawali dengan kegiatan community cervice atau kegiatan bersih – bersih lingkungan, serta kegiatan bersih – bersih pantai. “Kita akan tetap koordinasikan dengan pemerintah desa, agar saling sinergi dan optimal pelaksanaannya di lapangan,” ungkap Mahdon.
Selain menyampaikan rencana kegiatan lomba kampung sehat dan bersih – bersih lingkungan, momen sosialisasi ini juga dimanfaatkan untuk menginformasikan kembali Program Partisipasi Desa (PPD) dengan alokasi anggaran Rp.150 juta per desa akan kembali dijalankan tahun 2024. Kendati tidak lagi terpaku peruntukannya pada bindang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, namun penentuan kegiatan PPD diserahkan kepada masyarakat setempat memutuskan sendiri program kegiatan sesuai kebutuhannya. (02ic)











