DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Warga Sawe, Kecamatan Hu’u merasakan kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kondisi alam yang menyulitkan warga untuk menggali sumur dan bor, membuat warga berharap mengalirkan mata air di atas Bendungan Sonco Lopi Desa Sawe.
Bantuan perpipaan HDPE sepanjang 2.000 meter dari Program Partisipasi Desa (PPD) STM tahun 2024 cukup membantu warga Sawe dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Warga pun melakukan gotong royong menggali saluran untuk dinami jaringan pipa HDPE dari sumber air baku ke pemukiman warga Dusun Sawe, Desa Sawe selama 2 hari pada Minggu dan Senin (18 – 19/5/2025).

Sahlan, S.Pd warga Sawe pada Selasa (19/5/2025) siang mengungkapkan pada masing – masing dusun di Desa Sawe memiliki sumber air bersih tersendiri dan hanya Dusun Sawe yang belum memiliki sumber air bersih. Dusun dengan 106 KK dan 376 jiwa penduduknya ini, sebelumnya memiliki jaringan air bersih yang dipasang pemerintah dengan memanfaatkan sumber air di Bendungan Sonco Lopi. Karena tidak ada perawatan, jaringan ini tidak lagi mengalirkan air dan perpipaannya banyak yang rusak.
Bantuan perpipaan HDPE sepanjang 2.000 meter dari Program Partisipasi Desa (PPD) Desa Sawe tahun 2024 lalu dimanfaatkan warga untuk mengalirkan air bersih dari mata air di atas bendungan Sonco Lopi. “Alhamdulillah sekarang airnya berhasil mengalir ke pemukiman warga. Untuk memenuhi kekurangan pipa HDPE, kita pake pipa lama agar bisa sampai ke pemukiman,” ungkap Sahlan.
Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada STM yang telah membantu desanya melalui program partisipasi desa untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Warga Sawe cukup kompak untuk kegiatan gotong royong kepentingan umum dan social kemasyarakatan. “Alhamdulillah semua warga hadir pada kegiatan gotong royong penggalian jarring pipa dan menyambungnya hingga ke pemukiman,” jelasnya.

Kepala Desa Sawe, Suhardin mengakui, budaya gotong royong di desanya masih cukup kuat. Apalagi terkait kebutuhan langsung Masyarakat. Pemasangan pipa air bersih bantuan dari PPD STM tahun 2024 lalu, Minggu kemarin dikerjakan warga secara gotong royong. Mulai dari pengangkutan pipa ke Lokasi, penggalian jaringan pipa HDPE, dan penyambungan pipa. “Semua dikerjakan secara gotong royong oleh warga,” ungkap Suhardin.
Dari 2.000 meter pipa HDPE yang diadakan melalui PPD STM untuk Desa Sawe tahun 2024, masih kurang sekitar 100 meter hingga sampai ke pemukiman warga. Untuk menutupi kekurangan ini, warga memanfaatkan pipa yang ada dan akan diupayakan melalui PPD STM tahun 2025. “Untuk sementara agar air bisa mengalir ke pemukiman warga, kita gunakan pipa yang adad ulu. Nanti kita ganti dengan pipa HDPE pada PPD STM tahun 2025 ini,” ungkap Suhardin. (ic02)











