DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Anggota DPRD Provinsi NTB asal Dompu, Akhdiansyah, S.Hi memulai Gerakan Dompu Hijau dengan menanam 1.000 pohon buah di Desa Dorebara Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Gerakan ini diharapkan dapat diikuti, sehingga dapat menyelamatkan lingkungan dari kerusakan akibat perambahan hutan.
Gerakan ini ditandai dengan penanaman sejumlah pohon buah di So Sanggopa Dua Desa Dorebara Kecamatan Dompu bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia, Jumat (28/11/2025) pagi. Bibit pohon buah yang ditanam diantaranya alpukat, Nangka, kelengkeng, sawo, jabon, kemiri, dan jati hutan.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE bersama Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, SH hadir bersama pimpinan perangkat daerahnya pada Gerakan Dompu Hijau yang diprakarsai anggota DPRD Provinsi NTB asal daerah pemilihan Dompu dan Bima ini. Hadir juga Ketua DPRD Dompu, Ir Muttakun, dan Dandim 1614/Dompu, Letkol Czi Janu Hendarto, SE.
Akhadiansyah mengungkapkan, Gerakan ini diprakarsainya berangkat dari keprihatinannya pada kondisi kerusakan hutan di sekitar dan berdiskusi dengan beberapa tokoh Masyarakat sekitar. Dengan kewenangan yang dimiliki sebagai anggota DPRD Provinsi, untuk tahap awal ini direalisasikan 1.000 pohon buah ditanam di Desa Dorebara.
Ada 3 kelompok penerima bantuan bibit dan masing – masing kelompok ada demplotnya. Demplot ini diharapkan menjadi Lokasi ekowisata buah di masa mendatang. “Sehingga secara ekologis bagus, secara ekonomi ada yang diharapkan. Di sisi lain tentu berkontribusi, bagus dan baiknya alam sekitar kita,” mimpinya.
Tahun depan, Akhdiansyah mengaku, akan melakukan Gerakan yang sama di Desa Saneo, Karamabura dan desa – desa lainnya yang menjadi titik nadir mata air Dompu. “Saya berharap, pak Bupati dan seluruh pemerintah Kabupaten Dompu bersama – sama kita menggalakkan Gerakan ini. Saya mengambil bagian, Pemda juga mengambil bagian,” harapnya.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya atas inisiasinya dengan Gerakan Dompu Hijau. Ia berharap, Gerakan ini menjadi katalisator bagi desa – desa lain di Dompu. “Kegiatan ini agar tidak sia – sia, saya ingin titipkan agar esok hari dapat kita datang lagi. Jenguk kembali melihat hasilnya,” harapnya.
Bupati juga mengajak, untuk tidak meratapi kondisi kerusakan hutan akibat perambahan dan perladangan yang tidak mengenal tempat. Kondisi ini harus diselamatkan, tidak bisa oleh orang lain, tapi oleh setiap orang Dompu. Caranya dengan memulai menanam kembali pohon yang bisa ditanam pada lahan yang ada. “Kalau kita hari ini tidak menjaga, lalu siapa yang menjaga alam dan lingkungan kita ini,” ajaknya.
Kasus bunuh diri di Dompu sebagai salah satu tertinggi. Itu terjadi akibat stress dan depresi yang tinggi. Kondisi itu tidak lepas dari perlakuan pada alam sekitar dan kurangnya rasa Syukur serta sabar. “Alam tidak lagi bersahabat dengan kita, sehingga tidak memberikan energi positif terhadap kehidupan kita,” ingatnya untuk sama – sama menjaga alam sekitar.
Bupati, wakil Bupati bersama para pejabat dan kelompok tani di Desa Dorebara pun melakukan penanaman bibit buah yang disiapkan pada area demplot yang disiapkan. (IC02)











