MATARAM, INSANCHANENEEL.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keprihatinannya terhadap makin masifnya peredaran narkoba, adanya pelecehan seksual di dunia pendidikan khususnya pondok pesantrean termasuk kecenderungan munculnya LGBT di tengah masyarakat.
“Kita yang terkenal dengan seribu mesjid sementara penyakit sosial itu di depan mata yang kita saksikan,” ujar DR. TGH. Badrun, M.Pd, Ketua Umum MUI Prop. NTB pada pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) MUI NTB di hotel Grand Madani Mataram, Jum’at sore (19/6/2026).
Untuk itu TGH. Badrun mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk jajaran MUI di seluruh kabupaten/kota untuk sama-sama memberantasnya. “Saya mengajak mari bersama-sama dengan pemerintah dan aparat setidaknya mengurangi entah itu peredaran narkoba atau penyakit sosial lainnya,” ujar Badrun yang juga dosen pada UIN Mataram ini.
Tidak itu saja lanjut Badrun, di Mataram juga berkembang penyakit sosial lain berupa main sabung ayam. “Ini perlu kita sikapi karena ini berdampak keamanan dan keberlangsungan hidup anak-anak seperti narkoba,” tandasnya seraya menambahkan, ternyata di kampung-kampung munculnya tindakan pencurian termasuk kehilangan gas karena sebab narkoba.
Pada acara yang dihadiri Walikota Mataram yang diwakili Asisten I, H. Lalu Martawang, Ketua DPRD Kota Mataram, , anggota Forkopimda kota Mataram dan seluruh ketua, sekretaris dan Bendahara MUI kab./kota se-NTB Badrun mengajak seluruh masyarakat NTB untuk sama-sama menjaga lingkungan hidup. “MUI juga sudah mengeluarkan fatwa haram bagi mereka-mereka yang membuang sampah di sembarang tempat,” tandasnya seraya menceritakan adanya ulah oknum pegawai sambil ke kantor sementara sampah dibuang di sungai Jangkok. “Ini hukumnya haram,” ingatnya.
Untuk itu pihaknya bersama pengurus MUI akan menyusun khutbah Jum’at terkait lingkungan hidup dan dampak yang akan ditimbulkan akibat merusaknya. Dan pihaknya sudah bertemu dengan staf khusus lingkungan hidup membicarakan tentang revitalisasi sumber daya air. “Kalau tidak kita tidak usahakan sekarang maka berapa tahun yang akan datang bukan kita mata air tapi air mata,” sentilnya.
Terkait soal pelestarian lingkungan hidup ini lanjutnya, pihaknya akan mengajak calon pengantin akan diajak untuk menanam pohon. “Ada tawaran program bahwa setiap pasangan akan menanam pohon mahabbah,” katanya seraya menambahkan, kalau mereka pasangan pengantin tidak punya halaman rumah mereka menanam di halaman sekolah, masjid atau di jalan.
Ketua MUI Kota Mataram, TGH Muhammad Nasrullah, M.Pdi pada kesempatan pembukaan Rakorda MUI NTB menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak terutama dari Walikota Mataram atas dukungannya sehingga acara ini terselenggara dengan baik. “Ucapan selamat datang kami sampaikan kepada seluruh utusan pengurus MUI kab./kota se-NTB,” ucapnya seraya menyampaikan permohonan maaf karena kegiatan Rakorda MUI NTB di kota Mataram ini digelar ditengah kebijakan efisiensi.
Rakorda MUI NTB ini dibuka langsung oleh Walikota Mataram yang diwakili Asisten I Kota Mataram, Lalu Hartawan, M.Si dihadiri seluruh ketua, sekretaris dan bendahara MUI Kab/kota se-NTB dan beberapa unsur pengurus MUI propinsi. Rakorda akan berlangsung selama dua hari dari tanggal 19-20/6/2026 di hotel Grand Madani Mataram. (ic01)











