DEPOK, INSANCHANNEL.COM-Dengan berbalut jilbab bermotif batik warna abu dan biru, foto yang terpampang di atas pusara itu seakan tetap hidup ingin menyapa setiap peziarah yang datang berkunjung ke Masjid yang oleh warga setempat menyebut “Masjid Kubah EMas”.
Sosok dibalik Masjid Kubah Emas.
Masjid ini tiada lain bernama Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, seorang pengusaha asal Banten yang dikenal dengan nama Dian Al-Mahri.

Disisi kanan atas makam tertera terjemahan Al-Quran Surat Ghafir ayat 7-9 yang potongan terjemahannya berbunyi;
(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya, beriman kepada-Nya, dan memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu. Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka.”……..” (QS. Al-Ghafir, 7-9)
Tidak itu saja, lantunan ayat-ayat Al-Quran terus bergema setiap saat yang dibaca disamping di sisi kiri makam terus menyertai pemilik Hj. Dian Al-Mahri menuju Sang Khalik. “Dalam dua jam, pembaca Qur’an di makam almarhumah bu Hj. Dian bergantian orangnya,” ungkap Dedi, salah seorang Security di Masjid Dian Al-Mahri kepada insanchannel.com, Jum’at malam (12/6/2026).
Laki-laki yang sudah mengabdi selama 14 tahun di Masjid Dian Al-Mahri ini mengaku, bersyukur bisa mengabdi bersama ibu kandungnya di masjid diresmikan pada 31 Desember 2006 ini. Dan atas dedikasi dirinya dan ibunya, keluarga Hj. Dian Al-Mahri memilih sang ibu tercinta untuk menunaikan ibadah umrah. “Alhamdulillah ibu saya yang sehari-sehari mengurus taman di masjid ini diumrahkan beliau-beliau,” tuturnya dengan air muka berseri-seri.

Insanchannel.com juga berkesempatan untuk sholat magrib dan isya dan berziarah makam di kompleks masjid ini. Sekitar 20-an meter dari mimbar masjid ini terdapat bangunan terbuka tak berdinding di sisi barat selatan dan timur merupakan makam pendiri Masjid Kubah Mas, Hj. Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais. Beliau wafat di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta dan di makamkan di kompleks masjid di Jalan Meruyung Raya, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat tahun 2019.
Menurut catatan Afifah Cintiya dan liputan6.com, sosok Hj. Dian Al Mahri adalah seorang pengusaha dan dermawan asal Banten terkenal sebagai sosok yang senang bersedekah. Ini juga menjadi rahasia di balik megahnya Masjid Kubah Emas itu adalah keajaiban sedekah.
Suatu hari, Hj. Dian membeli sebidang tanah di Brunai Darussalam. Awalnya, ia hanya membeli tanah tersebut untuk investasi, tapi ternyata tanah itu mengandung minyak bumi. Dibangunlah pertambangan di sana. Seperti telah menjadi komitmennya sejak dulu, keuntungan dari minyak bumi pun, diinfakkan setengahnya.
Sementara itu Dra. Hj. Aminah, Pengawas Madrasah Tsanawiyah yang sempat berkunjung ke Masjid Dian Al-Mahri ini mengaku sangat kagum dengan sosok Hj. Dian Al-Mahri. “Dengan hartanya ia bangun masjid megah yang indah dipandang mata dan syahdu dalam sujud seorang hambanya,” ujarnya seraya menambahkan, Hj. Dian tidak mungkin mau membangun masjid seperti tanpa orientasi akhirat yang betul-betul melekat dalam jiwanya.
Dibalik megahnya masjid ini kita belajar bahwa harta yang dimiliki akan berarti jika dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih besar. “Semoga kita bisa mengambil i’tibar dari kedermawan Hj. Dian Al-Mahri,” tuturnya berharap.(ic01 habis)










