DOMPU, INSANCHANNEL.COM – So Madajumba Desa Banggo Kecamatan Manggelewa menjadi daerah demplot pertama untuk benih jagung bioteknologi di Indonesia yang baru dikerjasamakan dengan Kementrian Pertanian RI Agustus 2022 lalu. Sesuai hasil uji coba, benih jagung bioteknologi dan pengendalian gulma dengan Roundup ini menjadi jawaban atas harapan petani jagung selama ini.
Hal itu disampaikan Bupati Dompu, H Kader Jaelani pada acara peluncuran benih jagung bioteknologi milik PT Bayer, Rabu (26/7) kemarin. “Ini adalah jawaban d ari seluruh harapan masyarakat petani NTB dan Dompu khusus. Karena berdasarkan hasil uji coba, dengan benih jagung bioteknologi ini dapat meningkatkan produktifitas dan menekan biaya produksi, sehingga memberi keuntungan besar bagi petani,” kata H Kader Jaelani.

Pemanfaatan herbisida roundup pada jagung tidak mengganggu tanaman jagung dan hanya mematikan gulma tanaman. Sehingga akan memberikan kesuburan pada jagung. Masalah pembersihan tanaman jagung dari gulma pengganggu tanaman juga tertangani, sehingga para petani tidak mengeluarkan biaya lebih dalam budidaya jagung.
“Ini salah satu yang membuat saya bahagia. Dengan benih ini, sangat ramah terhadap alam dan lingkungan. Karena dengan produktifitasnya meningkat lebih dari 30 porsen, tapi menekan biaya produksi. Sehingga petani tidak lagi sibuk memikirkan perluasan area, tapi dengan lahan yang ada bisa memberikan hasil yang lebih,” jelasnya.
H Kader Jaelani juga berharap, dengan dijadikan Dompu sebagai daerah demplot benih jagung bioteknologi oleh PT Bayer akan memberi kemudahan bagi petani jagung di daerah. Selain kemudahan benih, produktifitas tanaman meningkat dan petani mendapatkan edukasi langsung untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan tetap menjaga alam.
“Kita tidak ingin mengejar perluasan area tanam, tapi justru merusak alam. Itu akan sangat merugikan kedepan dengan ancaman bencana yang mengintai. Tapi dengan tekonologi ini, semua bisa meminimalisir,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP, MM yang turut hadir pada acara peluncuran benih jagung bioteknologi ini menyampaikan rasa syukurnya karena Dompu menjadi daerah demplot percontohan dan peluncuran benih jagung milik PT Bayer ini. “Ini diharapkan menjawab permasalahan masyarakat petani jagung di Dompu terkait tingginya biaya produksi budidaya jagung,” katanya.
Stasi Marcovit, presiden PT Bayer Asia Pakistan pada kesempatan yang sama menyampaikan, rasa bangga dan bahagiannya atas moment peluncuran benih jagung bioteknologi. Ini bagian dari inovasi teknologi yang dilakukan PT Bayer pada tanaman pangan. Teknologi ini kemudian langsung diedukasi kepada 300 petani binaan tentang cara budidaya di daerah demplot.
Mulai dari usia 7 hari, 15 hari, dan 28 hari yang menggunakan pengendalian gulma dengan herbisida roundup dan tidak, hingga usia jagung berbuah. Termasuk menampilkan cerita sukses dari petani yang melakukan uji benih dan menampilkan perbandingan biaya, hasil dan keuntungannya. “Kita berikan contoh budidaya jagung dengan benih bioteknologi dan memberikan hasil produksi yang lebih, tapi biaya produksi yang dapat ditekan,” katanya.
Wilayah Kabupaten Dompu sendiri menjadi daerah demplot pertama budidaya benih jagung bioteknologi yang dimulai Mei 2023 lalu. Pada Desember 2022 dilakukan uji coba benihnya dengan pengendalian gulma, herbisida Roundup di Lape Kabupaten Sumbawa untuk wilayah NTB. Benih jagung bioteknologi ini merupakan hasil MoU Kementrian Pertanian RI dengan PT Bayer pada Agustus 2022 lalu. (vin/*)











