DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Wilayah Kabupaten Dompu kini termasuk dalam salah satu daerah penyangga produksi bawah merah nasional. Kunjungan studi banding Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau Kalimantan Timur beberapa hari lalu karena mengenal Dompu tidak hanya sebagai daerah penghasil jagung, tapi juga bawang merah.
“Berdasarkan referensi dan rekomendasi, Dompu dipilih sebagai salah satu lokasi study pembelajaran oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau provinsi Kalimantan Timur,” ungkap Muhammad Syahroni, SP, MM, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu di Dompu, Rabu (29/6/2022).

Lebih lanjut Syahroni mengakui, ada trend penanaman bawah merah di Kabupaten Dompu relatif meningkat dari tahun ke tahun di Kabupaten Dompu. Peningkatan itu tidak hanya dari banyaknya warga Kabupaten Bima yang migrasi ke Kabupaten Dompu untuk budidaya bawang merah, tapi juga oleh warga Dompu itu sendiri.
Study pembelajaran jajaran Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Berau ke Kabupaten Dompu pada Senin dan Selasa (27-28/6/2022) terkait komoditi jagung, bawang merah, dan peternakan sapi didasari informasi yang diperoleh bahwa ketiga komoditi ini berkembang baik di Dompu, dan cukup dikenal secara nasional. Bahkan Dompu dikenal sebagai produsen jagung nasional.
Untuk komoditi jagung di tahun 2021, luas tanam jagung Kabupaten Dompu hingga 84.347 ha dan dipanen 61.124 ha. Sisanya dipanen awal 2022, karena melingkup masa tanam periode oktober 2021 – maret 2022. Untuk bawang merah, jumlah tanam 2.228 ha dan panen 2.286 ha. Produksi 25.926 ton dan produktifitasnya 11,07 ton per ha.
Kepala bidang Horti Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Ir M Iksan, MSI menambahkan, wilayah Kabupaten Dompu kini dikenal secara nasional sebagai salah satu daerah penyangga baru bawang merah. Informasi ini sejalan dengan perkembangan budidaya komoditi bawang merah di daerah.
“Itu kemajuan. Selama ini, orang migrasi dari Bima. Secara berangsur orang lokal tergugah untuk menanam. Di satu sisi mereka tergiur dengan harga bawang merah yang semakin baik dan kompettitif, dan di sisi lain mereka banyak belajar dari orang Bima (tentang bercocok tanam bawang merah). Itu menjadi hal baik,” ungkapnya.
Warga Bima yang membudidaya bawang merah di Dompu dengan sistem sewa lahan. Kini berkembang, para pemilik lahan mulau mau mengelola sendiri dengan sistem bermitra dengan petani yang berpengalaman. Termasuk juga warga keturunan Bima yang sudah berdomisili di Dompu, kini juga menanam bawang di lahan yang tersedia. (vin/*)
(Kerjasama Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu dengan insanchannel.com)











