DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Muslimah, S.Pd guru MI Miftahul Jannah Daha (MJD) berhasil lolos assesmen kompetensi madrasah Indonesia (AKMI) tingkat nasional bidang sains. Ia merupakan satu-satunya guru MI di NTB yang lolos menjadi tim pembuat soal siswa madrasah.

Motivasi dan bimbingan orang tua serta tutor pendamping sekolah yang ditunjuk PT Sumbawa Timur Mining (STM) dalam program development school (SDP) memberi kontribusi cukup besar atas lolosnya Muslimah pada AKMI tahun 2022.
AKMI tahun 2022, menyeleksi untuk mendapatkan guru dengan literasi sains, literasi membaca, literasi numerasi, dan literasi sosbud dalam menyusun soal. Masing-masing literasi diambil 45 orang tingkat nasional dan Muslimah terpilih di literasi Sains. Setelah dinyatakan lolos, Muslimah akan mengikuti bimbingan selama 2 bulan yaitu April hingga Mei 2022.
“Setelah dinyatakan lulus syarat administrasi, kami mengikuti zoom. Di situ saya awalnya merasa minder karena pesertanya rata-rata guru senio berpengalaman, ” ungkap Muslimah, S.Pd yang ditemui di SMPN 1 Huu, Kamis (31/3/2022).
Muslimah mengakui, keberhasilannya itu tidak terlepas dari motivasi dan bimbingan ayahnya dan dua tutur yang ditunjuk PT. STM yakni Ibu Lina dan Ibu Santi yang membuat ia merasa percaya diri dan semangatnya tumbuh. “Target saya, ingin belajar bagaimana cara memperbaiki dunia pendidikan dari penulisan soal, agar siswa bisa lihat ke fakta yang lebih faktualnya,” jujurnya.
Muslimah merupakan putri kedua dari pasangan Usman, S.Pd.I dan ibu Marwah asal Desa Daha. Ia dilahirkan pada 13 Agustus 1998 di Dompu. Pendidikan SMA-nya diselesaikan di SMK Kesehatan Aisiyah Kota Bima tahun 2016 dan kuliah di UIN Mataram pada Fakultas Tarbiyah jurusan Tadris Fisik. Berhasil menyelesaikan study Desember 2019 dan diwisuda awal 2020.
Ia kemudian bergabung di MI Miftahul Jannah Daha pada Maret 2021 dan di SMPN 1 Huu pada Juli 2021.
Kedua sekolah tempatnya mengajar ini termasuk sekolah terpilih yang mendapat program pendampingan dari PT STM sejak awal 2021. Muslimah sendiri cukup aktif mengikuti pelatihan dan pendampingan yang diberikan tutor, termasuk mengenalkan kurikulum merdeka belajar yang dicanangkan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia.
Kendati usia masih cukup muda, Muslimah yang ingin kembali menyelesaikan study S2 ini cukup prihatin dengan dunia pendidikan saat ini. Berdasarkan hasil penelitian, pengetahuan siswa semakin menurun. Padahal kemajuan teknologi informasi dan media pembelajaran semakin maju pesat. “Ini sebagai PR bagi guru. Makanya pingin bangat menjadi guru profesional dan bisa bermanfaat bagi orang banyak,” ujar gadis yang biasa dipanggil Imah seraya menambahkan, baginya sukses itu bagaimana bisa bermanfaat bagi orang lain. (vin)











