DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Puncak masa panen komoditi jagung di Kabupaten Dompu diperkirakan akhir Maret 2022. Perkiraan ini berdasarkan data realisasi tanam dan hasil pemantauan lapangan oleh petugas pertanian. Menjelang masa panen, petugas lapangan diminta mencermati dinamika yang ada dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengantisipasi fluktuasi harga.
“Mengacu pada realisasi tanam tersebut, diperkirakan puncak panen jagung akan terjadi pada akhir Maret 2022 dengan perkiraan luas panen seluas 30.945 Ha,” kata Muhammad Syahroni, SP, MM, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Sabtu (12/2) di Dompu.

Dikatakannya, realisasi pertanaman komoditi jagung di Kabupaten Dompu untuk periode Oktober 2021 sampai Januari 2022 telah mencapai 55.883 ha dan tersebar di 8 kecamatan. Sementara perkiraan panen pada April 2022 sekitar 15.496 ha dan pada Februari 2022 sekitar 8.869 ha. Pada Maret 2022 sebagai puncak masa panen, wilayah Pekat yang disebut paling banyak panen yaitu sekitar 6.985 ha dari 30.945 ha total perkiraan puncak masa panen Maret 2022. Diikuti Kempo sekitar 5.978 ha dan Manggelewa sekitar 5.971 ha. Manggelewa juga diperkirakan akan mengalami puncak masa panen mulai Februari hingga Mei 2022 dengan luas tanaman jagung sekitar 12.575 ha lebih.
Sebagai pimpinan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni meminta para petugas lapangan, baik kepala UPTD dan PPL di tingkat Desa, untuk benar-benar mencermati dinamika dan permasalahan-permasalahan para petani di tingkat masyarakat.
Dinamika itu tidak hanya terkait gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), dinamika terkait ketersediaan pupuk maupun hal teknis lain yang terjadi di lapangan. “Tentu dengan meminimalisir permasalahan-masalahan tersebut di tingkat lapangan, harapannya produktivitas perhektar komoditi jagung dapat ditingkatkan,” ungkapnya.
Namun Syahroni berharap dan akan mengupayakan langkah-langkah yang mendukung agar tidak terjadi fluktuatif terkait harga yang memang bukan ranah Dinas Pertanian dan Perkebunan. “Kami sangat mengharapkan dukungan OPD dan stakeholder terkait dalam upaya mengantisipasi terkait fluktuasi harga tersebut,” harapnya. (*nas)










