DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Darussalam Kadindi resmi ditetapkan sebagai madrasah percontohan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, KBC, di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Penetapan ini menjadi langkah awal konkret menyusul kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia yang meluncurkan KBC untuk tahun pelajaran 2026/2027 bersamaan dengan program “1 Pengawas 1 Madrasah Binaan”.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Pengawas MTs, Ilham, S.Ag., M.Si., dan Pengawas MA, Drs. H. Khairuddin, SH., setelah melalui proses asesmen awal terhadap kesiapan madrasah di wilayah Pekat.
Kementerian Agama menilai madrasah tidak cukup hanya menjadi tempat transfer ilmu akademik. Tantangan peserta didik hari ini lebih kompleks: tekanan belajar, perundungan, hingga kesehatan mental.
KBC hadir sebagai jawaban atas kebutuhan itu. Kurikulum ini menempatkan cinta, empati, dan pembentukan karakter sebagai fondasi utama pembelajaran. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan madrasah yang aman, inklusif, dan penuh kasih sayang agar peserta didik bisa tumbuh secara utuh, intelektual, spiritual, dan emosional.
“Anak-anak kita butuh ruang yang tidak hanya mengasah otak, tapi juga hati. KBC menekankan bagaimana guru hadir sebagai pendamping yang memahami, bukan hanya sebagai pemberi materi,” ujar salah satu pengawas dalam pembukaan workshop.
Dengan pendekatan ini, diharapkan angka perundungan dan stres akademik di kalangan pelajar madrasah dapat ditekan secara signifikan.
Memilih MTs dan MA Darussalam Kadindi sebagai piloting bukan tanpa alasan. Madrasah ini dinilai memiliki komitmen pimpinan dan guru yang kuat, serta letaknya yang strategis untuk menjangkau madrasah lain di Kecamatan Pekat.
Langkah konkret pertama dimulai dengan workshop penyamaan persepsi selama dua hari, 16 hingga 17 Juli 2026, di Ruang Guru MA Darussalam Kadindi. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Madrasah dan seluruh dewan guru dari jenjang MTs dan MA.
Workshop ini menjadi pondasi agar seluruh warga madrasah memiliki pemahaman yang sama sebelum KBC diterapkan di kelas.
Selama dua hari, peserta tidak hanya mendengarkan teori. Materi dibedah secara komprehensif dan langsung dipraktikkan. Empat materi utama yang dibahas:
Konsep Dasar dan Implementasi KBC
Membahas filosofi Kurikulum Berbasis Cinta. Guru diajak memahami bagaimana menanamkan nilai kasih sayang dalam setiap interaksi, dari cara menyapa siswa di pagi hari hingga cara memberi umpan balik.
Penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah KOM Guru merumuskan pedoman operasional madrasah yang berlandaskan nilai cinta dan empati. KOM ini nantinya menjadi rujukan dalam setiap kegiatan akademik maupun non-akademik.
Bedah Muatan dan Struktur Kurikulum
Analisis mendalam dilakukan berdasarkan KMA Nomor 1503 Tahun 2025 dan KMA Nomor 736 Tahun 2026. Fokusnya pada penyesuaian struktur kurikulum dan pedoman pemenuhan beban kerja guru madrasah yang telah bersertifikat pendidik agar selaras dengan semangat KBC.
Perancangan Pembelajaran Deep Learning Terintegrasi KBC Ini bagian paling teknis. Guru dilatih merancang pembelajaran yang bermakna dan mendalam. Mulai dari memetakan Capaian Pembelajaran CP, menyusun Tujuan Pembelajaran TP, merangkai Alur Tujuan Pembelajaran ATP, hingga membuat Modul Ajar Berbasis Cinta yang kontekstual dengan kehidupan siswa di Kadindi.
Dengan ditetapkannya piloting ini, MTs dan MA Darussalam Kadindi mengemban dua peran. Pertama, sebagai pelaksana pertama KBC di Kecamatan Pekat. Kedua, sebagai laboratorium pembelajaran bagi madrasah lain.
“Kalau piloting ini berhasil, maka Darussalam Kadindi bisa menjadi rumah belajar bersama. Madrasah lain bisa datang melihat, meniru, dan mengadaptasi sesuai konteksnya masing-masing,” jelas pengawas.
Penerapan KBC juga sejalan dengan program “1 Pengawas 1 Madrasah Binaan”. Artinya pendampingan tidak berhenti di workshop. Pengawas akan terus memantau, mengevaluasi, dan mendampingi guru dalam implementasi di kelas.
Bagi masyarakat Kadindi dan sekitarnya, ini kabar baik. Madrasah diharapkan tidak hanya meluluskan siswa yang cerdas secara nilai, tapi juga berakhlak, berempati, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Implementasi KBC di Darussalam Kadindi akan mulai berjalan penuh pada tahun pelajaran 2026/2027. Keberhasilan di tahun pertama akan menjadi tolok ukur untuk perluasan ke madrasah-madrasah lain di Dompu. (ic01)










