DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Ketua STKIP Yapis Dompu, Dr. Dodo Kurniawan, SE., ME., bersama Ketua STKIP Al-Amin Dompu bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., di Mapolres Dompu, Sabtu (15/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan kepolisian dalam mendukung implementasi Asta Cita. Khususnya dalam penguatan Pancasila dan demokrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.

Dr. Dodo mengatakan, persoalan di Dompu tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga terdapat sejumlah persoalan sosial yang membutuhkan penanganan secara lintas sektor.
Di antaranya kasus pemanahan yang melibatkan remaja dan anak di bawah umur, aksi blokir jalan, penyalahgunaan narkoba hingga aksi demonstrasi yang berujung anarkis. “Kami percaya bahwa dengan kolaborasi dan sinergi lintas sektor seperti ini, ada banyak masalah yang bisa kita selesaikan secara bersama-sama,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui riset akademik. Perguruan tinggi di Dompu dapat dilibatkan untuk melakukan penelitian terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi secara berulang, sehingga solusi yang dihasilkan berbasis data dan kajian ilmiah.
Selain persoalan sosial, Dr. Dodo juga mendorong seluruh pemangku kepentingan ikut mengambil bagian dalam meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan tinggi.
Ia menyebutkan, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi masih rendah. Masih banyak lulusan SMA sederajat di Dompu yang belum mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, salah satunya karena persoalan ekonomi.
“Kami di STKIP Yapis sudah beberapa tahun terakhir memberikan beberapa skema beasiswa bagi mahasiswa yang bersumber dari Yayasan Yapis, yakni beasiswa miskin, beasiswa prestasi, beasiswa tahfidz dan beasiswa yatim piatu, selain beasiswa dari Kementerian,” jelasnya.
Karena itu, ia mengajak Pemerintah Kabupaten Dompu ikut mengambil bagian melalui pemberian beasiswa bagi anak-anak Dompu yang melanjutkan pendidikan tinggi di daerah sendiri.
Menurut Dr. Dodo, keberadaan perguruan tinggi tidak hanya memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Perguruan tinggi juga memiliki kontribusi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), salah satunya melalui peningkatan rata-rata lama sekolah.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur menyambut baik kunjungan dan silaturahmi dua pimpinan perguruan tinggi tersebut.
Kapolres juga menyambut positif tawaran kerja sama yang disampaikan kedua kampus, terutama dalam melakukan kajian akademik terhadap berbagai persoalan sosial di Kabupaten Dompu.
“Diperlukan riset akademik untuk mencari jalan keluar dari beberapa masalah sosial yang berulang-ulang seperti narkoba, pemanahan, aksi blokir jalan dan lainnya. Dan kami di kepolisian siap memback-up data-data jika diperlukan,” katanya.
Kapolres berharap perguruan tinggi di Dompu ke depan dapat menyediakan tenaga ahli yang memiliki lisensi sehingga dapat membantu kepolisian dalam menangani perkara perdata maupun pidana. “Selama ini kami harus mendatangkan saksi ahli di Mataram, dan itu mahal,” ujarnya.
Ia juga mempersilakan mahasiswa dari perguruan tinggi di Dompu untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lingkungan Polres Dompu.
Di akhir pertemuan, Kapolres Dompu menyampaikan komitmennya untuk ikut mendukung peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan tinggi, termasuk membuka peluang pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal terbangunnya kolaborasi yang lebih konkret antara perguruan tinggi dan kepolisian dalam menangani berbagai persoalan sosial sekaligus meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Dompu. (IC02)










