DOMPU, INSANCHANNEL.COM — Halaman MTsN 1 Dompu dipenuhi khidmat Senin pagi. Tepat pukul 07.50 WITA, upacara bendera ditutup dengan momen spesial: penyerahan sebuah buku karya siswa kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu.
Dalam kesempatan tersebut, Kakan Kemenag Dompu, H. Najamuddin, S.Pd., M.Pd., menyerahkan penghargaan secara langsung kepada Rias Fara Putra, siswa kelas VIII MTsN 1 Dompu yang berhasil menulis dan menyusun buku berjudul “Aksara Putih Biru”.
Penyerahan buku itu menjadi penutup rangkaian upacara yang berlangsung khidmat di halaman madrasah.
Dalam amanatnya, H. Najamuddin menekankan pentingnya kedisiplinan dan nasionalisme melalui upacara bendera.
“Setiap hari Senin kita harus melaksanakan upacara bendera. Ini bukan hanya rutinitas, tapi bentuk penghormatan kita kepada bangsa dan penanaman karakter kepada anak-anak kita,” tegasnya.
Selain itu, beliau juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran pimpinan MTsN 1 Dompu.
“Saya menyampaikan atensi yang setinggi-tingginya kepada Kepala MTsN 1 Dompu beserta jajarannya yang telah menyambut kami dengan ramah. Ada satu hal yang membuat saya bangga, karena nama MTsN 1 Dompu selalu terselip di setiap lomba, baik di tingkat daerah maupun tingkat provinsi,” ujarnya.
Momen penyerahan buku “Aksara Putih Biru” menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam membangun budaya baca-tulis. Menurut Kakan Kemenag, prestasi Rias Fara Putra adalah cerminan bahwa madrasah harus terus mendorong siswa untuk berkarya.
“Di sini saya mendapatkan satu penghargaan, menyerahkan reward kepada salah satu siswi yang mampu menulis satu buku dengan judul Aksara Putih Biru. Madrasah itu harus mampu membudayakan literasi dan numerasi,” lanjutnya.
Kepala MTsN 1 Dompu bersama dewan guru dan seluruh siswa menyambut baik pesan tersebut. Kehadiran Kakan Kemenag dan apresiasi atas karya siswa diharapkan dapat memotivasi warga madrasah lain untuk terus berprestasi dan menelurkan karya.
Upacara ditutup dengan doa bersama. Semangat literasi dari halaman MTsN 1 Dompu pagi itu menjadi pengingat: dari madrasah, lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga mampu menuliskan sejarahnya sendiri. (Samad/*)











