DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu, H. Najamuddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah tuntutan pembelajaran yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pesan tersebut disampaikan Najamuddin saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI dan sosialisasi program pendidikan S2 di SDN 19 Dompu, Senin (24/8/2026).
Dalam kegiatan itu, Najamuddin didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Dompu, Muh Alimuddin, S.Ag. Turut hadir Ketua KKG PAI bersama para guru PAI dari Kecamatan Woja dan Kecamatan Dompu.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abdullah, S.Pd.I., kemudian dilanjutkan sambutan Ketua KKG PAI, Mukmin, S.Pd.I., M.Pd.
Mukmin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kemenag Dompu terhadap pengembangan profesionalisme guru PAI. Menurutnya, keberadaan KKG menjadi ruang penting bagi guru untuk saling berbagi pengalaman sekaligus meningkatkan kapasitas dalam menjalankan tugas pendidikan.

“Melalui komunitas ini kami selaku Guru PAI memiliki banyak harapan. Kami merasa bangga atas kepedulian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu dan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam terhadap upaya kami meningkatkan kompetensi guru,” ujarnya.
Membuka kegiatan tersebut, Najamuddin terlebih dahulu mengajak seluruh peserta memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW seraya berharap seluruh peserta memperoleh syafaat di Yaumil Akhir.

Beliau kemudian menyoroti tantangan guru PAI yang tidak lagi sebatas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem administrasi pendidikan berbasis digital.
Menurutnya, penguasaan aplikasi online menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki guru agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih efektif. Ke depan Bapak Ibu Guru harus mampu menguasai aplikasi online agar dapat melaksanakan tugas dengan maksimal.
“Banyak Bapak Ibu Guru yang masih terbiasa dengan pola lama. Satu operator tidak mungkin mampu menyelesaikan urusan seratus orang guru yang berkaitan dengan aplikasi SIAGA,” tegas Najamuddin.

Beliau juga mendorong para guru PAI agar tidak ragu menerima tugas tambahan sesuai kapasitas dan kompetensinya. Sikap terbuka terhadap tanggung jawab baru dinilai menjadi bagian dari proses pengembangan profesionalisme guru.
Pada kesempatan yang sama, Kasi PAI Muh Alimuddin turut melakukan uji kemampuan membaca Al-Qur’an terhadap sejumlah guru PAI.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan sekaligus memperkuat kompetensi baca tulis Al-Qur’an di kalangan pendidik agama.
Najamuddin menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dalam aspek pedagogik.
“Tugas pokok Guru PAI dalam konteks menyusun program pembelajaran masuk dalam ranah pedagogik. Kegiatan seperti ini harus diikuti agar kompetensi kita terus meningkat,” katanya.
Beliau berharap KKG tidak berhenti sebagai forum pertemuan rutin, tetapi benar-benar menjadi wadah pembelajaran bersama yang mampu melahirkan guru PAI yang profesional, adaptif, melek teknologi dan memiliki kemampuan keagamaan yang kuat. (Samad/*)











