DOMPU, INSANCHANNEL.COM – Kesigapan petugas Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Calabai bersama awak kapal KLM Lamima berhasil menyelamatkan seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) KLM Eternity yang mengalami musibah di perairan timur Pulau Satonda, Kabupaten Dompu, Sabtu (1/8/2026) dini hari.
Kepala UPP Kelas III Calabai, Prayitno, SH, mengatakan kapal wisata KLM Eternity berukuran 85 GT itu mengangkut 23 penumpang dan 7 ABK, termasuk nakhoda. Kapal berlayar dari Labuhan Lombok menuju Labuan Bajo sebelum mengalami keadaan darurat sekitar pukul 03.45 WITA di posisi kurang lebih 5 mil laut sebelah timur Pulau Satonda.

Menurut Prayitno, insiden bermula ketika kapal menghadapi cuaca buruk disertai gelombang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan pompa air tidak mampu bekerja secara optimal sehingga stabilitas kapal terganggu.
“Ketika kapal berupaya mencari perlindungan, gelombang kembali menghantam dari arah tenggara. Air kemudian masuk melalui lubang angin di lambung kapal hingga menggenangi ruang mesin, sehingga mesin tidak dapat beroperasi normal,” ujarnya.
Dalam kondisi darurat, nakhoda segera menghubungi kapal terdekat, KLM Lamima, untuk meminta bantuan. Proses evakuasi kemudian dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan melibatkan petugas UPP Kelas III Calabai.

Seluruh penumpang berhasil dipindahkan ke KLM Lamima, kemudian dibawa menuju Labuhan Kenanga sebelum dievakuasi ke Terminal Penumpang Pelabuhan Calabai.
“Petugas UPP Kelas III Calabai melaksanakan proses penyelamatan lanjutan hingga seluruh korban tiba dengan selamat di Terminal Penumpang Pelabuhan Calabai,” kata Prayitno.
Ia memastikan seluruh penumpang dan ABK berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa maupun korban luka. Kondisi seluruh korban dilaporkan sehat.

Sementara itu, KLM Eternity masih berada di lokasi kejadian dalam kondisi terapung dan belum sepenuhnya tenggelam. Proses penarikan kapal ke daratan masih menunggu bantuan kapal lain yang memiliki kemampuan melakukan penundaan (towing).
Prayitno mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan evakuasi tidak terlepas dari koordinasi cepat antara petugas pelabuhan, awak kapal penolong, dan pihak terkait.
Ia juga mengimbau seluruh operator kapal agar selalu mengutamakan aspek keselamatan pelayaran dengan memperhatikan prakiraan cuaca, memastikan seluruh peralatan keselamatan dan sistem pompa kapal berfungsi baik, serta tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi cuaca dan gelombang berpotensi membahayakan keselamatan. (ic02)











