ADVERTISEMENT
Minggu, 19 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami
Insan Channel
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Insan Channel
No Result
View All Result
Home Agama

Rumah Di Sisi Allah

Oleh: Nasaruddin Idris Jauhar*

admin@insanchannel.com by admin@insanchannel.com
11 Januari 2022
in Agama
0
Rumah Di Sisi Allah

Dr.H.Nasaruddin Idris Jauhar, M.Ed

Bagikan di WahtsAppBagikan di Facebook

“Rabbibni li ‘indaka baitan fil jannah.”

Dr.H.Nasaruddin Idris Jauhar, M.Ed

(Tuhanku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah di surga).

RelatedPosts

Jamin Kualitas Halal, MUI NTB Dorong Sosialisasi dan Standarisasi Sembelih Halal

Pengukuhan MUI NTB 2025–2030 : Gubernur Iqbal Soroti Pelecehan Seksual dan Kemiskinan Ekstrem

Bank NTB Syariah Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

Doa ini dipanjatkan oleh seorang wanita beriman bernama Asiyah Bintu Muzahim, yang bersuamikan dan hidup serumah dengan seorang kafir dan bahkan mengaku diri sebagai tuhan bernama Fir’aun.

Allah mengabadikan doanya di dalam Al-Qur’an (At-Tahriim: 11) sebagai bukti bahwa  doanya dikabulkan. Di samping itu, doa monumentalnya ini diabadikan untuk menyampaikan banyak pesan, di antaranya tentang bagaimana kita memilih rumah sebagai tempat tinggal.

Bagi Asiyah, yang penting dan utama bukan apa dan seperti apa rumah yang dibangun, tapi di mana dan dalam lingkungan seperti apa rumah itu dibangun. Lihatlah redaksi doanya, “Tuhanku bangunkan untukku di sisi-Mu sebuah rumah.” Ia tidak berdoa “Tuhanku bangunkan untukku sebuah rumah di sisi-Mu.”  Ia mendahulukan kata “Di sisi-Mu” (‘Indaka) daripada “Sebuah rumah” (Baitan). Doanya ini menyiratkan pesan bahwa rumah idaman adalah rumah di sisi Allah.

Imam Ibnu Katsir, ketika menafsirkan doa Asiyah ini, mengutip pendapat para ulama bahwa doanya tersebut menandakan ia mengutamakan tetangga daripada rumah (Ikhtaarat al-jaara qabla ad-daar). Ia memikirkan siapa yang akan tinggal dengannya sebelum memikirkan di mana ia tinggal. Ia mengidamkan tempat tinggal atau rumah di sisi Allah.

Apa makna rumah di sisi Allah? Dalam konteks doa Asiyah itu berarti rumah di surga. Tapi dalam konteks kehidupan dunia kita saat ini itu bisa diartikan rumah yang berada di lingkungan yang kondusif untuk ketaatan dan ibadah kepada Allah. Rumah  di lingkungan yang merawat keimanan kita dan bukan menggerusnya. Yang mempertegas keislaman kita dan bukan mengaburkannya.

Rumah seperti ini tidak begitu saja terwujud, tetapi dibentuk oleh lingkungan yang mendukung, antara lain oleh lingkungan tetangga sesama muslim. Berada di tengah lingkungan muslim, kita akan menjadi bagian dari pergaulan dan interaksi keseharian yang bernafaskan Islam. Model interaksi serta cara memperlakukan sesama terbangun oleh nilai-nilai Islam.

Ini mungkin tidak berlaku mutlak. Seorang muslim sejati, dengan keimanannya, memang bisa tinggal dan hidup di mana saja, bahkan di tengah lingkungan kafir sekalipun. Asiyah sendiri yang hidup serumah dengan Fir’aun yang merupakan manusia terkafir dalam sejarah manusia adalah bukti nyata akan hal itu. Tapi doa Asiyah juga adalah bukti betapa ia merindukan lingkungan rumah yang mendukung keimanannya. Lewat doanya, ia meninggalkan pesan buat kita bahwa orang beriman harus memilih rumah di lingkungan yang mendukung keimanannya.

Selain tetangga muslim, ciri lain dari rumah yang didoakan Asiyah dalam kehidupan kita adalah dekat dengan tempat ibadah, baik masjid atau musala. Masjid adalah rumah Allah di Bumi. Memiliki rumah  dekat  masjid berarti menjadi tetangga Allah. Menjadi tetangga Allah berarti mudah untuk meraup keuntungan ukhrawi yang tak terhitung. Salat berjamaah terjaga, pahala berlipat 27 derajat tergapai, langkah-langkah suci yang bernilai tinggi di mata Allah setiap saat terayun menuju rumah-Nya.

Ketika kita memikirkan dan mempertimbangkan  ini semua sebelum membangun atau membeli rumah, berarti kita telah melakukan sebuah kebaikan besar, yaitu melibatkan Allah dalam memilih tempat tinggal. Menjadikan rumah sebagai wasilah untuk mendekat kepada-Nya. Rumah seperti ini insya Allah akan selalu diberkahi dan diperhatikan oleh Allah. Pemilik dan penghuninya akan senantiasa dekat dengan Allah, karena sejak awal ia ingin dekat dengan-Nya. Bukankah Allah mendekat kepada hamba yang berusaha mendekat kepada-Nya?

Ini adalah tuntunan buat kita yang hidup di zaman yang menawarkan banyak kriteria tentang rumah. Di mana pun kita membaca iklan rumah, umumnya yang ditonjolkan adalah seberapa dekat rumah itu dari bandara, dari sekolah, dari pusat perbelanjaan, dari pusat kota, dari pintu tol, dan dari tempat-tempat yang dianggap penting lainnya. Tapi pelajaran dari doa Asiyah ini menuntun kita untuk bertanya: siapa tetangga di sekitar rumah itu?  Seberapa dekat rumah itu dengan rumah Allah? Insya Allah, siapa pun yang mencari rumah dengan dua kriteria ini, Allah akan rezekikan untuknya rumah yang akan mendekatkannya kepada-Nya.

Wallahu A’lam.

*Penulis adalah dosen tetap Pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

Previous Post

JMSI Kaltim Komit Ciptakan Anggota Berkualitas

Next Post

Jilbab Bukan Penghalang Raih Emas di IBA MMA

admin@insanchannel.com

admin@insanchannel.com

Related Posts

Perkuat Budaya Literasi, Inovasi NTB dan Pemkab Dompu Gelar Sosialisasi Program Bareeka
Agama

Jamin Kualitas Halal, MUI NTB Dorong Sosialisasi dan Standarisasi Sembelih Halal

16 April 2026
Pengukuhan MUI NTB 2025–2030 : Gubernur Iqbal Soroti Pelecehan Seksual dan Kemiskinan Ekstrem
Agama

Pengukuhan MUI NTB 2025–2030 : Gubernur Iqbal Soroti Pelecehan Seksual dan Kemiskinan Ekstrem

12 April 2026
Agama

Bank NTB Syariah Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

19 Maret 2026
Keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M
Agama

Keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M

19 Maret 2026
PT STM dan PT STG Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
Agama

PT STM dan PT STG Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

17 Maret 2026
Kemenag Dompu Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an, Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa
Agama

Kemenag Dompu Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an, Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa

13 Maret 2026
Next Post
Jilbab Bukan Penghalang Raih Emas di IBA MMA

Jilbab Bukan Penghalang Raih Emas di IBA MMA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Perkuat Budaya Literasi, Inovasi NTB dan Pemkab Dompu Gelar Sosialisasi Program Bareeka

Perkuat Budaya Literasi, Inovasi NTB dan Pemkab Dompu Gelar Sosialisasi Program Bareeka

16 April 2026
Perkuat Budaya Literasi, Inovasi NTB dan Pemkab Dompu Gelar Sosialisasi Program Bareeka

Jamin Kualitas Halal, MUI NTB Dorong Sosialisasi dan Standarisasi Sembelih Halal

16 April 2026
Wujudkan Good Corporate Governance, STM Sampaikan Perkembangan Proyek Hu’u ke Forkopimda Dompu

Wujudkan Good Corporate Governance, STM Sampaikan Perkembangan Proyek Hu’u ke Forkopimda Dompu

14 April 2026
Di Tengah Keterbatasan Fiskal, Bupati Dompu Berharap STM Bisa Gerakkan Ekonomi Daerah

Di Tengah Keterbatasan Fiskal, Bupati Dompu Berharap STM Bisa Gerakkan Ekonomi Daerah

13 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami

© 2021 - insanchannel.com - Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya