ADVERTISEMENT
Minggu, 26 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami
Insan Channel
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Insan Channel
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Tidak Ada Kelompok Yang Selamanya Terdiskriminasi

Dari Pengukuhan Atun dan Wahid, Bag. IV habis

admin@insanchannel.com by admin@insanchannel.com
18 November 2022
in Pendidikan
0
Tidak Ada Kelompok Yang Selamanya Terdiskriminasi

Prof Wahid dan Prof Atun pada pengukuhan sebagai guru besar

Bagikan di WahtsAppBagikan di Facebook

MATARAM, INSANCHANNEL.COM – Prof. Dr. H. Abdul Wahid, M.Ag, M.Pd dan Prof. Hj. Atun Wardatun, MA, Ph.D menekankan, memahami heterarki sedemikian rupa ini, berimplikasi pada munculnya kesadaran terhadap realitas. Kesadaran pada gilirannya memfasilitasi penyangkalan terhadap realitas yang timpang dan penuh dominasi. Dengan memandang realitas secara heterarkis, mobilitas dan perubahan sosial secara rasional dan natural bisa berjalan, jika pun tanpa sebuah strategic group. Karena pada dasarnya kelompok strategik akan mengental dengan sendirinya melalui konsolidasi kesadaran dan visi mengenai unit-unit kepelbagaian sosial.

Duo Prof saat foto bersama dengan para dosen UIN Mataram usai Pengukuhan

“Dalam lansekap sosial-budaya yang heterarkis, karena itu, tidak ada kelompok yang selamanya terdiskriminasi. Semua memiliki kuasa, paling tidak potensi kuasa, yang bisa bertukar secara damai. Jika dalam peralihahan, pergeseran atau transformasi kekuasaan terjadi konflik, maka itu hasil egosentrisme dan konservatisme dari kelompok yang berkuasa (the ruling class),” kata Prof. Dr. Hj. Atun Wardatun dan Prof. Dr. H. Abdul Wahid pada sesi akhir pidatonya pada acara Pengukuhan Sebagai Guru Besar, Rabu (16/11/2022) di Auditorium UIN Mataram itu.

RelatedPosts

Penyuluh Goes To School: Langkah Konkret Kemenag Dompu Ajak Para Siswa SMAN 2 Dompu Cegah Narkoba dan Kenakalan Remaja

Kakan Kemenag Dompu Lakukan Monev dan Pembinaan di MAN Dompu, Tekankan Pentingnya Manajerial dan Harmonisasi

Hari Anak Nasional Jadi Momentum ITDC Bangun Generasi Sehat di Desa Penyangga The Golo Mori

Hanya pada situasi ini kata mereka, sebuah strategic group dibutuhkan. Namun, perjuangan kepentingan itu tetap secara damai dan penuh etis tanpa harus meniadakan sama sekali kelas konservatif. “Karena jika tidak hanya akan melahirkan daur ulang penindasan kelas,” ungkapnya. Nah… Boleh jadi Prof. Wahid dan Prof. Atun yang tampil berdua dalam pidato pengukuhan mereka sebagai Guru Besar di masing-masing bidang itu merupakan wujud dari kebersamaan dan ketersalingan mereka untuk meniadakan diskriminasi.

Prof Wahid dan Prof Atun saat foto bersama dengan Tim Validator Terjemahan Al-Quran Bahasa Bima Usai Pengukuhan

Maka lanjut mereka dalam pidatonya, kelompok strategi, dengan kapasitas yang mereka genggam sebetulnya adalah juga pemegang hierarki di dalam kelompok (in-group hierarchy), dus mereka memiliki hegemoni, yaitu kekuatan yang dibutuhkan untuk mempengaruhi konsolidasi internal. Namun, hegemoni disini berkonotasi kepemimpinan moral dan intelektual. “Itu hanyalah modal saja untuk melakukan transformasi sosial bagi pemerataan kekuasaan dan kesempatan. Fenomena ini Wahid sebut quasi hegemoni,” jujurnya seraya menambah, yaitu penerapan otoritas yang tidak berujung kepada penindasan atau peminggiran, tetapi kepada negosiasi dan damai. Tentu saja di dalam proses itu ada etos atau moral yang berperan sebagai penyeimbang atau pengendali.

Dari sinilah katanya, unit kekuatan sosial tumbuh dalam masyarakat Bima, bahkan dalam kelompok kultural yang rentan. Potensi kekuatan dari kalangan perempuan dapat dilihat dari praksis pemberdayaan di kalangan LaRimpu (Sekolah Rintisan Perempuan untuk perubahan) yang sudah mulai memperlihatkan diri sebagai kekuatan sosial, strategic group, terutama dalam mengontrol konflik. Di kalangan mereka terdapat kesadaran agentif melalui jargon Manggawo-Mahawo-Marimpa (meneduhkan, mendinginkan, dan menginspirasi). “Dari sini mereka membentuk apa yang Wardatun namai Kolektif Agensi,” kata Atun. Agaknya kelompok inilah yang dibayangkan oleh Bourdieu katanya, sebagai intelektual kolektif. Mereka adalah para pemangku otoritas yang mampu memahami kepentingan-kepentingan yang berlainan dan mau memperjuangkannya (agensi).

Duo profesor yang foto bareng dengan mahasiswanya usai pengukuhan sebagai guru besar

Dalam konteks itulah konsep heterarki mengkonstruksi relasi imajiner bagi kesetaraan sosial. Tentu saja konsep heterarki bukan darurat intelektual, sebagaimana hierarki bukan juga madharat sosial. Hanya saja, masyarakat yang dilihat secara hierarkis dianggap memiliki kemampuan untuk menerima kemapanan struktur sosial. Namun, bahayanya jika menindas maka selamanya menindas. Maka perlu melihat dari sisi berbeda untuk menghasilkan citra masyarakat yang cair, yakni masyarakat dengan kemampuan komunikasi yang menyatukan kepentingan berbeda, untuk menghasilkan hubungan nir dominasi.

Sebagai sebuah perspektif, heterarki hanyalah cara untuk menyadari realitas keragaman otoritas, agen, dan aktor dalam kehidupan sosial, yang satu sama lain memiliki kekuatan-kekuatan sendiri. Konsekuensinya, kepelbagaian unit sosial dipandang sebagai potensi bagi relasi-relasi lain selain relasi kuasa dominatif. Pengharapan selanjutnya adalah bekerjanya rasio dan moral komunikasi yang menjadi basis bagi dialog dan distribusi kekuasaan. Dari sini konflik dan permainan kekuasaan yang menghasilkan pembelahan sosial dan destruksi bisa diurai. Dari sini pula transformasi sosial, budaya, dan keagamaan bisa digulirkan oleh para pejuang… Kita semua ini;  Tafassahuu fil majalis, fafsahuu yafsahillahu lakum ….,” katanya.

Diakhir penampilan mereka ada pesan yang menukik yang coba mereka sampaikan kepada undangan yang hadir bahwa perjalanan dan perjuangan menggapai gelar Guru Besar ini penuh suka dan duka. “Yang membuatnya berat dan penuh tantangan adalah kewajiban dan tanggungjawab dari menjadi seorang Guru Besar,” jujurnya. Akan tetapi tantangan itu katanya, bisa dikelola menjadi energi yang menggerakkan sebuah proyek akademik ini dari dalam. Semuanya bisa terjadi berkat dukungan dan bantuan dari luar, dari orang lain. “Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, mendampingi, mendoakan, sehingga that dream really come true,” tuturnya.

Di alinia terakhir penyampaian pidatonya mereka berdua tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bahagia sembari mengakui, di atas semua itu, ada pihak yang dengan doa-doa dan dampingan terbaiknya menjadikan “the soldiers never die”. ‘Mereka adalah Ibunda tercinta, Hj. Siti Maryam dan ayahanda tercinta almarhum H. Mansur bin Ismail, Ayahanda tercinta H.M. Saleh Ishaka dan Ibunda tercinta almarhumah Hj. Siti Nurdjannah binti H. Abubakar Mangga, Ibunda Hj. Maemunah Ishaka dan Siti Hatijah, Anak-anak kami tercinta: Aqara Waraqain, Ara Wali, Aribal Waqy, dan Anama Waheeba,” tuturnya sembari menyebut pula para saudara-saudaranya yang tulus dan penuh kasih dan segenap keluarga besar Cucu Sariwu dan Cucu H. Zainal Abidin & H. Abubakar Mangga-Hj. Hamidah, Kakek Ishaka-Nenek Siti Hawariyah.

“Doa terbaik dari kami, semoga semua yang telah disumbangkan menjadi amal jariah. Balasan kami hanya ini, dan itu belum apa-apa!,” jujurnya.  (Wallahu a’lam bishshawab) (habis)*** (nas)

Previous Post

Quasi Hegemoni Ala Dou Mbawa

Next Post

Kompak, Warga Desa Jala Bersama PT. STM Bersih-Bersih Desa

admin@insanchannel.com

admin@insanchannel.com

Related Posts

Penyuluh Goes To School: Langkah Konkret Kemenag Dompu Ajak Para Siswa SMAN 2 Dompu Cegah Narkoba dan Kenakalan Remaja
Pendidikan

Penyuluh Goes To School: Langkah Konkret Kemenag Dompu Ajak Para Siswa SMAN 2 Dompu Cegah Narkoba dan Kenakalan Remaja

24 Juli 2026
Kakan Kemenag Dompu Lakukan Monev dan Pembinaan di MAN Dompu, Tekankan Pentingnya Manajerial dan Harmonisasi
Pendidikan

Kakan Kemenag Dompu Lakukan Monev dan Pembinaan di MAN Dompu, Tekankan Pentingnya Manajerial dan Harmonisasi

23 Juli 2026
Hari Anak Nasional Jadi Momentum ITDC Bangun Generasi Sehat di Desa Penyangga The Golo Mori
Pariwisata

Hari Anak Nasional Jadi Momentum ITDC Bangun Generasi Sehat di Desa Penyangga The Golo Mori

23 Juli 2026
MTs dan MA Darussalam Kadindi Ditunjuk Jadi Piloting Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Kecamatan Pekat
Pendidikan

MTs dan MA Darussalam Kadindi Ditunjuk Jadi Piloting Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Kecamatan Pekat

19 Juli 2026
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Dompu Gelar ‘Penyuluh Goes To School’ di SMAN 1 Dompu
Pendidikan

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Dompu Gelar ‘Penyuluh Goes To School’ di SMAN 1 Dompu

18 Juli 2026
Yang Tercecer Dari Bedah Buku “Ithafu Ummati Al-Muqtafa” Karya KH Zulfa Mustafa
Agama

Yang Tercecer Dari Bedah Buku “Ithafu Ummati Al-Muqtafa” Karya KH Zulfa Mustafa

11 Juli 2026
Next Post
Kompak, Warga Desa Jala Bersama PT. STM Bersih-Bersih Desa

Kompak, Warga Desa Jala Bersama PT. STM Bersih-Bersih Desa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

ITDC Ajak Mario Aji dan Veda Ega Free Practice di Pertamina Mandalika International Circuit, Tegaskan Komitmen Dukung Local Heroes

ITDC Ajak Mario Aji dan Veda Ega Free Practice di Pertamina Mandalika International Circuit, Tegaskan Komitmen Dukung Local Heroes

25 Juli 2026
Prestasi Naik di Tengah Anggaran Menyusut, Dompu Kirim Pesan Kuat untuk Masa Depan Olahraga

Prestasi Naik di Tengah Anggaran Menyusut, Dompu Kirim Pesan Kuat untuk Masa Depan Olahraga

25 Juli 2026
Peringati Hari Konservasi Mangrove Internasional, InJourney Perkuat Kawasan Pariwisata Berkelanjutan melalui Pengembangan Mangrove Sanctuary di The Mandalika

Peringati Hari Konservasi Mangrove Internasional, InJourney Perkuat Kawasan Pariwisata Berkelanjutan melalui Pengembangan Mangrove Sanctuary di The Mandalika

24 Juli 2026
Muay Thai dan Panjat Tebing Antar Dompu Raih 44 Emas di Porprov 2026

Muay Thai dan Panjat Tebing Antar Dompu Raih 44 Emas di Porprov 2026

24 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Peraturan Perusahaan
  • Kontak Kami

© 2021 - insanchannel.com - Developed by Tokoweb.co

  • Home
  • Pemerintahan
  • Pembangunan
  • Ekonomi
  • Hukum dan Kriminal
  • Pendidikan
  • Agama
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Peristiwa
    • Sosial dan Budaya